FB AutoAddFriends + UID Grabber 728x90

Dokter Ini Lakukan Operasi dari Jarak 400 Km



Seorang ahli bedah dr Mehran Anvari biasanya yang melakukan operasi kepada pasiennya. Namun yang mengherankan adalah ia tidak berada di ruang operasi seperti kebanyakan operasi lainnya, melainkan dia berada pada jarak 400 km dari ruang operasi. Ternyata operasi yang menggunakan jarak jauh tersebut memanfaatkan teknologi telesurgery. Dr. Anvari bisa melakukan operasi yang menggunakan teknologi telesurgery dari RS St Joseph di Hamilton, Kanada.

Dengan telesurgery, dr Anvari memanfaatkan robot sebagai pengganti dirinya. Sejauh ini dr.Anvari telah melakukan 20 operasi dengan menggunakan telesurgery, termasuk operasi untuk usus buntu dan hernia. Saat ini, operasi bedah menggunakan teknologi robot memang sudah banyak dilakukan, utamanya untuk bisa melayani pasien dalam jarak jauh. Tahun 2001, ada sistem robot bernama Da Vinci digunakan pertama kalinya untuk operasi bedah transatlantik dengan posisi dokter di New York sedangkan pasien berada di Prancis.

"Dengan robot surgeon bernama Zeus ini, saya sama saja bekerja di ruang operasi. Saya meletakkan tangan di robot tersebut dan menggerakkannya seperti saya sedang mengoperasi sesungguhnya," tutur dr Anvari seperti dikutip dari BBC, Senin (19/5/2014).

Untuk melakukan prosedur operasi telesurgery ini memerlukan sambungan telepon dan koneksi internet yang bagus. Meski begitu, Tamas Heidegger, peneliti di Universitas Obuda di Budapest yang sedang mempelajari tentang telesurgery berpendapat bahwa memang tidak terlalu realistis untuk mengharapkan seorang robot untuk masuk ke mode autopilot dan menyelesaikan operasi tersebut. Heidegger juga berpendapat bahwa ahli bedah tidak bisa memprediksi apa yang akan terjadi jika pasien dalam kondisi kritis saat operasi misalnya gangguan sirkulasi darah, henti nafas, atau reaksi obat-obatan. Hal tersebut yang seharusnya lebih diperhatikan oleh para ahli bedah.

Sampai saat ini pun teknologi telemedicine, dimana dokter bisa berinteraksi dengan dokter meskipun dalam jarak jauh masih terus dikembangkan. Bahkan nantinya pada tahun 2025, Departeman AS berencana membuat trauma pod yang mana dokter bisa melakukan operasi kepada tentara yang terluka. Heidegger menambahkan bahwa hal penting yaitu adanya teknologi baru dalam dunia medis bisa mendorong terciptanya pariwisata medis dan juga menyediakan alternatif lain untuk pasien. Khususnya untuk robotic surgery ini, salah satu hal terpenting yang harus diperhatikan adalah kenyamanan pasien menjalani operasi dengan dokter yang sebelumnya menanganinya.

21 Hari Mencari Jodoh 160x600

Jika Artikel Ini Bermanfaat Bagikan..!!

Bagikan ke Google Plus

About Unknown

Kancamaya : Kumpulan Artikel Aneh, Inspiratif, Lucu, Misteri, Gokil, dll. Telusuri Seluruh Bagian Blog ini dan temukan Ilmu Pengetahuan baru.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar :

Posting Komentar

Silakan Isi Komentar Anda...